Budaya Keselamatan Kerja PT Mopakha, Kunci Produktivitas dan Penurunan Risiko Kecelakaan

Ketapang – Keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban, tetapi sudah menjadi budaya di PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha). Perusahaan kehutanan ini membuktikan bahwa penerapan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) yang konsisten tidak hanya meningkatkan produktivitas semata, tetapi juga untuk melindungi karyawan.

Sejak 2019, Mopakha rutin menggelar berbagai pelatihan keselamatan kerja, termasuk Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang terakhir digelar pada November 2022. Pelatihan ini dibekali sertifikasi dari Kementerian Ketenagakerjaan, dengan membekali karyawan keterampilan dasar menghadapi situasi darurat di tempat kerja, maupun di lingkungan terdekat – yaitu keluarga.

Pelatihan P3K hanyalah satu bagian dari budaya keselamatan yang diterapkan Mopakha. Tim dan koordinator Pos Perlindungan Pengamanan Hutan secara rutin melaksanakan simulasi kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan ini bukan hanya teori, tetapi juga dilengkapi latihan fisik, pendalaman materi penanganan kebakaran, hingga sistem pelaporan kondisi dan situasi lapangan yang tertata.

Tidak berhenti di sana, kampanye rutin terkait K3L selalu hadir di setiap aktivitas. Mulai dari sosialisasi Life Saving Rules, monitoring, hingga evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap karyawan memahami pentingnya bekerja dengan aman dan waspada.

Bagi para karyawan, program ini berdampak langsung. Salah satunya disampaikan oleh Taat Gusti, peserta pelatihan dasar P3K. “Pelatihan ini bermanfaat bukan hanya saat bekerja, tetapi juga bisa diterapkan untuk keadaan darurat di rumah. Ilmu yang kami dapatkan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan K3L juga membuat bekerja lebih nyaman dan tenang karena kami lebih waspada dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Jefry P. Sinaga, Supervisor HSSE PT Mopakha, yang menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan dan kampanye K3L adalah membentuk perilaku aman. “Kami ingin melindungi karyawan dari kecelakaan kerja, sekaligus membiasakan mereka melakukan pertolongan pertama di mana pun mereka berada. Dari keluarga, hingga lingkungan kerja, semua harus punya kesiapan menghadapi risiko,” jelasnya.

Budaya keselamatan Mopakha juga sejalan dengan aturan nasional. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 2 Tahun 1992, perusahaan dengan lebih dari 100 karyawan atau risiko pekerjaan tinggi wajib memiliki minimal satu Ahli K3. Dimana saat ini, Mopakha memiliki Supervisor Health Safety Security and Environmental (HSSE) yang berlatar belakang medis dan berperan sebagai Emergency Medical Response – Paramedis. Peran ini penting untuk memastikan semua standar K3 dijalankan sesuai ketentuan.

Hasilnya terlihat nyata. Data perusahaan mencatat, sepanjang 2020–2023 hanya ada dua kejadian kecelakaan kerja personal dan empat kejadian terkait unsafe action yang disebabkan karena kerusakan alat. Angka ini menunjukkan budaya keselamatan berjalan efektif.

Budaya keselamatan tidak akan terwujud jika hanya dilakukan karena formalitas atau pemantauan semata. Mopakha menanamkan K3L sebagai kebiasaan sehari-hari, sehingga semua tindakan aman dilakukan secara otomatis tanpa harus diperintah.

Bagi perusahaan, hal ini bukan hanya mengurangi potensi pengeluaran akibat insiden yang seharusnya bisa dicegah, sekaligus melindungi karyawan. Lebih dari itu, budaya keselamatan kerja terbukti menjadi kunci produktivitas: karyawan merasa aman, perusahaan pun bisa fokus mengembangkan usaha dengan tenang.

Mopakha menunjukkan bahwa keselamatan bukan sekadar aturan, tetapi budaya yang mengikat semua orang di perusahaan. Dengan membangun budaya K3L yang kuat, Mopakha tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga menjaga manusia yang bekerja di dalamnya.

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya

18 February 2026

By mopakha

Model Ekonomi Berkelanjutan: Dari Benih Mandiri Hingga Skalabilitas Keramba di Tanjungpura

Di pesisir sungai Desa Tanjungpura, sebuah transformasi ekonomi sedang berlangsung….

Baca Selengkapnya

16 October 2025

By mopakha

Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Desa: Budidaya Lele Desa Sukamaju

Ketapang, Kalimantan Barat — Di tengah tantangan logistik dan keterbatasan…

Baca Selengkapnya