Bumi Butuh Kita

Berikut Beberapa Hal Sederhana yang dapat Kita Lakukan Sehari-hari . . .

Mengurangi penggunaan kemasan yang terbuat dari Styrofoam & plastik, karena 2 bahan ini paling sulit terurai di alam. 

  • Kita bisa membawa sedotan logam, alat & kotak makan, juga tumbler sendiri ketika harus membeli makanan & minuman dari luar. Lagipula jika kita membawa bekal makanan sendiri dari rumah, lebih terjamin kebersihannya & juga sehat dibandingkan membeli makanan dari luar.
  • Membawa kantong belanja sendiri ketika berbelanja untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
  • Selain itu, kita juga bisa menggunakan kertas daur ulang untuk keperluan tertentu.

Selalu membawa sampah pribadi & membuangnya ketika sudah menemukan tempat sampah. Adalah hal yang luar biasa jika kita juga bisa membuat orang-orang di sekitar kita menjalankan kebiasaan baik, bayangkan jika aksi ini menjadi ripple effect sampai ke orang-orang yang bahkan tidak kita kenal sekalipun. Lingkungan sekitar kita tentu akan menjadi lebih baik. Jika kita bisa mendaur ulang sampah, maka lebih baik lagi.

Mengumpulkan sampah organik pada satu wadah agar bisa menjadi kompos. Kulit buah-buahan, sampah dari batang sayur. Dan sisa-sisa makanan olahan pada satu wadah lainnya. Sampah-sampah ini akan terurai secara alami & dapat menjadi nutrisi yang baik untuk tanaman kita. Berhati-hati pada biji buah-buahan, terkadang tiba-tiba bisa tumbuh pohon ketika kita mencampur sampah biji dengan sampah organik lainnya 😄

Menghemat energi listrik dimanapun kita berada, baik di kantor, maupun di rumah.

Contohnya:

  • Selalu mematikan alat-alat elektronik (TV, penanak nasi, microwave, PC, dll) & saklar terminal jika sedang tidak dipakai. Umumnya saklar pada terminal selalu di posisi menyala walaupun tidak sedang dipakai, bahkan charger gawai kita hampir tidak pernah dilepas dari terminal.
  • Jika memungkinkan gunakan cahaya alami matahari ketika berada di dalam ruangan. Buka tirai penutup jendela agar cahaya bisa masuk ke dalam ruangan.
  • Jika udara sedang tidak terlalu panas, kurangi penggunaan AC atau kipas angin, sebagai pengganti bisa membuka pintu & jendela agar udara bisa tetap bersirkulasi.
  • Kita juga bisa mengganti penggunaan lampu dengan lampu LED (Light Emitting Diode). Beberapa keuntungan menggunakan lampu LED adalah selain ramah lingkungan lampu LED juga memiliki daya tahan yang lebih lama sehingga lebih hemat biaya & juga energi

Mengganti pola makan dengan cara yang lebih alami. Kita bisa memulai mengurangi kebiasaan mengkonsumsi daging merah yang berasal dari sapi/kambing & sejenisnya, dengan menambah komposisi sayuran/buah. Karena gas Metana CH4 yang dihasilkan dari 2 sumber emisi peternakan sapi/kambing & sejenisnya, yaitu pencernaan & feses ternak adalah satu dari enam gas rumah kaca yang koefisien pemanasan globalnya sebesar 25 kali dibanding Karbon dioksida (CO2) menurut Frank C. Errickson, dari Sekolah Publik dan Hubungan Internasional Universitas Princeton Amerika, di jurnal Nature edisi 21 April 2021. 

Mengurangi emisi yang disebabkan oleh kendaraan bermotor. Bagaimana caranya?

  • Kita bisa memulai dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda jika tujuannya tidak terlalu jauh, selain berupaya mengurangi emisi dan sekaligus berolahraga.
  • Gunakan transportasi umum. Untuk di kota Jakarta dan sekitarnya, pemerintah sudah menyiapkan beberapa transportasi umum yang nyaman dan memadai, seperti KRL atau Transjakarta. Salah satu keuntungannya adalah kita tidak perlu memikirkan tempat parkir, kemacetan, biaya tol, parkir, dan juga BBM.

Sebisa mungkin pilih konsumsi produk sehari-hari yang ramah lingkungan karena bahannya mudah terurai, terbuat dari bahan alami. Sudah banyak produsen perawatan tubuh, kebutuhan rumah tangga, dll yang menciptakan produk-produk pasar rendah emisi melalui perubahan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan (Sustainable Consumption and Production/SCP). Sehingga mereka lebih berhati-hati dalam menciptakan produk untuk dijual ke konsumen.

Mulai menanam tanaman yang dapat kita konsumsi untuk sehari-hari, seperti daun bawang, seledri, kemangi, dll. Juga tanaman yang berfungsi untuk filter udara, beberapa diantaranya adalah Spider plant (chlorophytum comosum), tanaman karet (ficus elastic), Dracaena, Chinese evergreen atau sri rejeki, English ivy, peace lily, lidah mertua (sanseviera), beberapa jenis palem (jari atau rhapis excelsa, parlor atau chamaedorea elegans, bambu atau chamaedorea seifrizii, kuning atau chrysalidocarpus lutescens) & bunga krisan atau chrysantemum. Namun berhati-hati karena beberapa dari tanaman tersebut beracun untuk binatang peliharaan.

Jadi dari list diatas, apa saja yang sudah Anda lakukan agar Bumi kita lebih panjang umurnya serta mulia?

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya

18 February 2026

By mopakha

Model Ekonomi Berkelanjutan: Dari Benih Mandiri Hingga Skalabilitas Keramba di Tanjungpura

Di pesisir sungai Desa Tanjungpura, sebuah transformasi ekonomi sedang berlangsung….

Baca Selengkapnya

16 October 2025

By mopakha

Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Desa: Budidaya Lele Desa Sukamaju

Ketapang, Kalimantan Barat — Di tengah tantangan logistik dan keterbatasan…

Baca Selengkapnya