Mopakha Gandeng Institusi Pendidikan untuk Tingkat Kesiapan dalam Pengendalian Karhutla

Pada 21-24 Juni 2023 kemarin PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha) bekerjasama dengan Profesor Bambang Hero Saharjo seorang pakar forensik kebakaran Indonesia di Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan beberapa pendampingan terkait Penilaian Tingkat Kesiapan Mopakha dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2023 yang sering terjadi khususnya di area Sentap Kancang.

Bersama 2 orang Timnya, di hari pertama Prof Bambang berkunjung ke gudang perlengkapan alat-alat pemadam, kemudian bertolak ke Pos Sukamaju, untuk memetakan sejauh mana pengetahuan anggota Pos di sana mengenai penanganan karhutla, bahkan melihat dan menilai langsung simulasi pemadaman kebakaran dari awal sampai tahap pembasahan.

Tidak hanya itu, Prof Bambang dan tim juga sempat melihat 2 program pertanian di desa yang berbeda. Di Desa Tanjung Baik Budi ada pertanian tebu dan jagung di desa Tanjung Baik Budi, bertemu langsung dengan ketua kelompok tani, yaitu Pak Asram yang juga sekaligus Tim Relawan Api Desa Tanjung Baik Budi dan juga kelompok The Power of Mama, yaitu sekelompok wanita yang rutin melakukan patroli dan menyampaikan informasi mengenai kebakaran kepada masyarakat sekitar. Kelompok yang terdiri dari para ibu-ibu ini juga terlatih karena memiliki pengetahuan dasar mengenai pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Pendampingan dilakukan baik dari pihak eksternal, maupun kolaborasi dengan Tim Brigdalkarhutla Mopakha melalui Departemen Perlindungan dan Pengamanan Hutan (PPH). Prof Bambang terkesan dengan upaya pemanfaatan lahan di Desa Tanjung Baik Budi yang dulunya merupakan bekas area terbakar. Saat ini lahan Tanjung Baik Budi seluas 1 Ha tersebut bisa menghasilkan 10 ton jagung pipil pada tahun 2023 dan juga 4.500 stek untuk bibit Tebu. Jagung dan tebu merupakan 2 komoditas andalan dari Desa Tanjung Baik Budi. 

Selain demplot pertanian di Desa Tanjung Baik Budi, Prof Bambang juga sempat berkunjung ke demplot agroforestri Desa Tanjung Pura. Walaupun nama desa yang mirip, yaitu sama-sama berawalan kata Tanjung, Desa Tanjung Pura berada jauh dari Desa Tanjung Baik Budi. Di demplot agroforestri Desa Tanjung Pura, Prof Bambang juga bertemu dan berbincang langsung dengan para anggota kelompok tani yang lagi-lagi mereka juga sekaligus Relawan Api dari Desa tersebut. 

Setelah itu tim bergerak ke Bangunan Persemaian (juga biasa disebut Pos Sungai Awan Kiri) dan Pos Mayak untuk melakukan kegiatan yang sama. Namun di Bangunan Persemaian Prof Bambang dan tim juga meninjau lokasi AWS (Automatic Weather System) Mopakha. Yaitu alat yang digunakan untuk memantau cuaca.

Prof Bambang mengapresiasi upaya Mopakha dalam penanganan karhutla. Tidak hanya itu, pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan oleh Mopakha melalui Departemen Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) YIARI, pihak yang bekerjasama dengan Mopakha juga membuat Tim IPB tersenyum. Karena program-program ini tidak hanya berfokus pada pengendalian kebakaran hutan dan lahan, namun juga pada meningkatnya taraf kehidupan masyarakat Desa itu sendiri. Dengan keadaan ekonomi mereka yang membaik dari sebelumnya, diharapkan jumlah masyarakat yang berkegiatan di dalam hutan juga menurun, dan pengetahuan mereka mengenai bahaya karhutla ikut meningkat.

IPB bukan yang pertama kali, pada Juni 2022 lalu Mopakha melalui Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) juga sudah menggandeng institusi pendidikan, yaitu Politeknik Negeri Ketapang (Politap)

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya

18 February 2026

By mopakha

Model Ekonomi Berkelanjutan: Dari Benih Mandiri Hingga Skalabilitas Keramba di Tanjungpura

Di pesisir sungai Desa Tanjungpura, sebuah transformasi ekonomi sedang berlangsung….

Baca Selengkapnya

16 October 2025

By mopakha

Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Desa: Budidaya Lele Desa Sukamaju

Ketapang, Kalimantan Barat — Di tengah tantangan logistik dan keterbatasan…

Baca Selengkapnya