Bayangkan jika Anda memiliki seorang anak, kemudian Anda merawat dan menjaga anak Anda sampai tumbuh besar. Apa yang Anda rasakan ketika ternyata Anak tersebut membawa banyak manfaat untuk orang banyak? Bahagia bukan? Begitu pula dengan Tim Binhut PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (PT Mopakha), pada tahun 2021 ini saja mereka merawat sekitar 30 ribu bibit berbagai tanaman di area persemaian PT Mopakha, agar bisa tumbuh dengan baik sampai waktunya dipindahkan ke area penanaman di plot yang sudah dipersiapkan di area konsesi perusahaan.
Bibit tanaman apa saja yang sudah dirawat oleh Tim Binhut dan ada di area persemaian Mopakha? Menurut Aip Heryana, Supervisor Persemaian Mopakha, “Untuk saat ini baru ada Jelutung, Pulai, Tumih dan Gelam, dan kedepannya (tahun 2022) akan ada 31 jenis lagi tanaman yang akan dipropagasi.” Dan masih ada beberapa tanaman yang diuji coba bekerjasama dengan Tim RnD di demplot yang sudah disiapkan, yaitu Kurma dan Serai Wangi. Tanaman-tanaman ini memiliki fungsi yang berbeda-beda ketika sudah tumbuh dengan baik di area konsesi. Seperti tanaman Gelam yang digunakan sebagai sekat bakar atau penahan api. Karena Gelam bersifat intolelir api atau tahan terhadap api, oleh karena itu cocok ditanam untuk menahan api ketika terjadi karhutla, agar api tidak berpindah ke area lain sekitarnya.
Berbeda lagi dengan dengan tanaman Serai Wangi atau Jelutung. “Untuk tanaman Jelutung, harapan kedepannya bisa menjadi pendapatan masyarakat. Karena getah jelutung bisa dimanfaatkan getahnya, sehingga masyarakat bisa menyadap getah Jelutung. Sedangkan untuk Pulai, Tumih, Gelam dan lain-lain adalah tanaman endemik konsesi kita dan juga tanaman tersebut adalah tanaman yang cocok untuk re-vegetasi lahan gambut. Tanaman endemik maksudnya tanaman yang asli ada di sini, sebisa mungkin kita tidak memasukkan tanaman yang bukan asli dari sini,” kata Aip Heryana, Supervisor Persemaian Mopakha.
Sudah jelas bahwa tujuan utama dari kegiatan yang dilakukan Tim Binhut Mopakha adalah untuk penghijauan kembali area terbuka di konsesi perusahaan. Irawanto, Supervisor Penanaman PT Mopakha mengatakan, “Tujuannya untuk melakukan penghijauan kembali di area tersebut, terutama di lahan yang bekas terbakar, di sisi lain kita ada reforestasi atau reboisasi. Reforestasi itu sendiri tujuannya untuk menurunkan suhu di bumi, karena terlalu panas maka harus dilakukan penghijauan kembali, khususnya di areal kita yaitu gambut yang rentan sekali mudah kebakaran. Kita juga ada penanaman sekat bakar sebagai salah satu antisipasi masalah kebakaran, kan jenis tumbuhan yang kita tanam itu memang disesuaikan dengan kondisi tumbuhannya khususnya di lahan gambut.”
Tujuan penghijauan untuk mencegah banjir di desa. Zakaria, Tenaga Harian Lapangan dari Desa Tanjung Pura menyampaikan harapannya “Jangan sampai terjadi lagi kebakaran seperti kemarin. Misalnya sudah ditanami namun terjadi kebakaran lagi seperti percuma sudah ditanami. Agar pekerjaan kami tidak sia-sia saya harap mereka sadar juga.”
Kegiatan dengan tujuan penghijauan yang sudah dilaksanakan oleh Tim Binhut Mopakha tidak hanya dapat bermanfaat untuk perusahaan sendiri, tetapi juga diharapkan dapat menciptakan manfaat untuk masyarakat, pemerintah, perusahaan-perusahaan di sekitar area konsesi, dan juga pihak-pihak kepentingan lainnya. Baik manfaat secara ekonomi dan lain-lain. Semoga upaya-upaya baik yang sudah dilakukan bersama-sama ini dapat terus berjalan sinergi dengan yang lainnya. Panjang umur upaya-upaya baik!

