Tingkat serapan pada air gambut yang semakin berkurang di lansekap Sentap Kancang menjadi latar belakang Mopakha untuk segera merencanakan pembangunan sekat kanal darurat di beberapa titik pada kanal atau parit di sekitarnya.
Dengan menerapkan prinsip mengatur volume air yang keluar dari kanal dan dengan tujuan utama untuk menjaga keberadaan air agar tetap dalam kondisi tersimpan pada gambut, sehingga prosedur ini menjaga muka air tanah pada gambut tetap tinggi dan dapat mengurangi resiko kebakaran. Selain itu, memperbaiki vegetasi juga dapat memulihkan ekosistem gambut, dengan cara melestarikan tumbuhan yang berada di sekitarnya. Walaupun akan membutuhkan waktu yang lama untuk perbaikan tersebut, kegiatan ini dapat memulihkan kerusakan ekosistem gambut di Sentap Kancang.
Dampak langsung dari turunnya tinggi muka air gambut adalah tingkat serapan air yang berkurang, karena air yang seharusnya tersimpan dalam gambut menjadi teralirkan di kanal dan parit-parit kecil di sekitarnya. Dampak turunannya adalah terjadinya banjir ketika musim hujan di jalur limpasannya, dan pada musim panas sebaliknya, tingkat kekeringan gambut cepat terjadi yang menyebabkan potensi kebakaran semakin meningkat.
Sekat kanal, atau biasa dikenal dengan pagung parit darurat diharapkan dapat mengurangi turunnya tinggi muka air gambut di sekitarnya, sehingga meningkatkan luas areal pembasahan di sekitarnya sampai pada radius tertentu, dapat menjaga area sekitar pagung tetap lembab sehingga api akan lebih sulit membakar, dan sebagai sumber air untuk Tim Pemadam saat terjadi kebakaran hutan dan lahan.


