Dalam pengendalian karhutla di Ketapang sejumlah institusi seperti BPBD Ketapang, Daops Manggala Agni Ketapang, Polres Ketapang, Kodim 1203 Ketapang, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, bersama PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha) menjadi institusi esensial dalam pengendalian karhutla.
Mopakha beserta kelompok relawan api juga melakukan kolaborasi upaya pengendalian karhutla bersama institusi tersebut sejak 2020. Andrian Kurniawanto, Manajer Perlindungan dan Pengamanan Hutan PT Mopakha, ditunjuk oleh Komando Wilayah Utara (Daops Manggala Agni), untuk menjadi Leader di Kecamatan Muara Pawan dalam penanganan karhutla di Posko Bersama Komando Utara Kecamatan Muara Pawan.
Di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, melalui Surat dari Perkim LH Kabupaten Ketapang pada tanggal 4 September 2023 perihal Laporan Indeks Standar Pencemaran Udara, menunjukkan indeks kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat. yaitu dengan hasil angka tertinggi PM2,5 sebesar 104, dimana kategori ini bersifat merugikan pada manusia, hewan dan tumbuhan, dimana penurunan kualitas udara di Ketapang dipengaruhi oleh perubahan cuaca musim kemarau berkepanjangan, sehingga menyebabkan peningkatan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meningkatnya karhutla berdampak serius bagi kesehatan masyarakat.
Meningkatnya bahaya kabut asap kebakaran jika dilihat dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, per tanggal 15 Agustus 2023, yang menunjukan sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Ketapang berjumlah 469 titik. Bisa saja kejadian kabut asap berulang seperti tahun 2015 dan 2019 lalu. Data ini harus menjadi perhatian bersama, sehingga pengendalian karhutla menjadi sesuatu yang penting untuk dijalankan karena memiliki implikasi negatif secara langsung ke masyarakat.
Relawan Api
Selain institusi pemerintah dan swasta, kelompok relawan api memegang peranan penting dalam upaya pengendalian karhutla di Ketapang. Kelompok ini beranggotakan masyarakat dari 11 desa yang terletak di sekitar area konsesi PT Mopakha. Data tahun 2020 hingga Juni 2023, tim Brigdalkarhutla PT Mopakha bersama kelompok relawan api dan sejumlah institusi terkait berhasil memadamkan lebih dari 40 kejadian kebakaran yang terjadi di beberapa desa di luar lahan konsesi PT Mopakha, dengan total luasan mencapai 153 Hektar.
Supriyadi, anggota kelompok relawan api, warga Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, yang terlibat dalam pengendalian karhutla di Ketapang menyatakan, “Saya tidak mau tempat tinggal saya terkena api dan asap dari kebakaran, saya mau anak-anak saya bisa terus sekolah dengan udara yang bagus. Kebun saya juga sudah pernah terkena api yang nggak bisa dikendalikan karena orang bakar lahan, makanya saya mau ikut bergerak untuk memadamkan kebakaran.” Hal ini yang menjadi motivasi warga masyarakat lain untuk turut serta dalam kelompok relawan api.
Upaya Peningkatan Kesadaran
Pengendalian karhutla ini juga tidak akan berhasil tanpa ada upaya peningkatan kesadaran dari masyarakat. Untuk itu, PT Mopakha melakukan kampanye yang berisi edukasi mengenai bahaya asap kebakaran dan pentingnya menjaga ekosistem hutan digaungkan lebih luas, kepada sejumlah lembaga pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.
Sejumlah guru dan siswa di berbagai sekolah, mulai dari jenjang Pendidikan SD – SMA, misalnya diberikan informasi mengenai bahaya asap kebakaran bagi kesehatan. Puskesmas dan tempat ibadah juga memperoleh sosialisasi hal yang sama. Para tenaga kesehatan dan pemuka agama juga diajak untuk menjadi agen perubahan yang meneruskan informasi mengenai bahaya karhutla kepada masyarakat lebih luas.


