Tentang Kami

Siapa Kami

PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha) adalah perusahaan kehutanan swasta nasional yang berfokus pada pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Mopakha mengelola kawasan hutan alam seluas 36.973 hektar dengan pendekatan multiusaha kehutanan yang menggabungkan konservasi, produksi lestari, dan pemberdayaan masyarakat.

Berada di wilayah utara Ketapang, kawasan ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, serta mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Fokus Kami

Mopakha menempatkan hutan bukan sekadar sebagai sumber daya, melainkan sebagai penopang kehidupan. Dari hutan yang lestari lahir keseimbangan alam, terjaganya ekosistem, serta mata pencaharian masyarakat berkelanjutan menuju kehidupan yang sejahtera.

Mopakha meyakini bahwa keberlanjutan hanya dapat terwujud melalui pengelolaan yang bijak dan kolaboratif — antara alam, manusia, dan ilmu pengetahuan. Karena itu, Mopakha menjalankan prinsip keberlanjutan melalui skema multiusaha kehutanan, dengan kegiatan yang menjaga kelestarian ekosistem, melindungi satwa liar, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Gambut, Inspirasi Kami

Kawasan Mopakha memiliki karakter ekosistem yang sangat unik dan penting, dengan fungsi ekologis utama sebagai habitat keanekaragaman hayati, pengendali iklim global, serta pengatur sistem hidrologi di wilayah sekitarnya. Namun, keberadaan ekosistem ini juga rentan terhadap gangguan dan tekanan lingkungan, sehingga pengelolaannya memerlukan perhatian dan tanggung jawab yang tinggi.

Keunikan keanekaragaman hayati di kawasan Mopakha tercermin dari hasil survei dan monitoring yang dilakukan secara rutin sejak tahun 2019. Hingga kini tercatat 124 spesies tumbuhan dan 239 spesies satwa yang terbagi ke dalam kelas mamalia, burung, amfibi, dan reptil, termasuk 27 spesies endemik Kalimantan. Kawasan ini juga menjadi habitat utama bagi lebih dari 660 individu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), salah satu populasi terbesar di Kabupaten Ketapang. Hal tersebut menegaskan pentingnya Mopakha sebagai pusat keanekaragaman hayati di wilayah Ketapang bagian utara.

Selain nilai biologisnya, kawasan gambut Mopakha menyimpan cadangan karbon yang signifikan. Selama kondisi gambut tetap basah dan terjaga, kawasan ini berperan besar dalam menekan emisi gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida (CO₂), serta membantu memitigasi dampak perubahan iklim global. Sebaliknya, jika mengalami gangguan atau kerusakan, gambut dapat menjadi sumber emisi karbon dan penyebab pemanasan global akibat proses oksidasi dan potensi kebakaran hutan rawa gambut.

Kawasan ini juga memiliki peran penting sebagai pengatur hidrologi gambut alami, yang mampu mencegah kekeringan di musim kemarau dan mengurangi risiko banjir di musim hujan. Lapisan gambut yang tebal berfungsi sebagai penyaring air alami, menjebak partikel, bahan organik terlarut, dan polutan, sehingga membantu menjaga kualitas air tanah dan sungai di wilayah sekitarnya.

Keseimbangan antara vegetasi, lapisan gambut, dan sistem air di kawasan Mopakha tidak hanya menopang ekosistem, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi penting bagi masyarakat di sekitarnya. Setidaknya 10 desa di wilayah penyangga merasakan manfaatnya melalui stabilitas pengairan pertanian dan perkebunan berkelanjutan di wilayah hilir.

Mopakha memandang keterhubungan antara alam yang lestari dan mata pencaharian masyarakat yang berkelanjutan sebagai satu kesatuan yang harus dijaga bersama. Karena itu, setiap langkah pengelolaan dilakukan dengan menyeimbangkan pengelolaan ekosistem lestari, keberlanjutan sosial, dan manfaat ekonomi lokal.

Semua bermula dan berakhir pada keseimbangan.

Perjalanan Kami

Perjalanan Mopakha dimulai pada tahun 2008 melalui terbitnya SK IUPHHK-HA sebagai dasar pengelolaan hutan alam di Kabupaten Ketapang.

Tahun 2019 menjadi titik transformasi, saat manajemen baru hadir dengan komitmen kuat pada pengelolaan yang berkelanjutan, transparan, dan partisipatif.

Sejak itu, Mopakha terus berbenah — memperkuat tata kelola, memulihkan ekosistem gambut, dan mengembangkan multiusaha kehutanan berbasis kolaborasi dengan masyarakat.
Kini, Mopakha tumbuh sebagai perusahaan yang menyatukan nilai ekonomi, ekologi, dan sosial dalam satu visi keberlanjutan.

Lokasi

Kawasan konsesi Mopakha berada di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, meliputi wilayah administratif Kecamatan Muara Pawan dan Matan Hilir Utara.

Secara tata kelola kehutanan, kawasan ini termasuk dalam fungsi Hutan Produksi Tetap (HP) dan masuk ke dalam wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ketapang Selatan

Kawasan Mopakha merupakan bagian dari Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Pawan – Sungai Tolak, lanskap seluas ±57.000 hektar yang didominasi oleh kubah gambut ombrogen. Lebih dari 80% areal memiliki kedalaman gambut di atas 3 meter, menjadikannya salah satu ekosistem gambut paling penting dan rentan di Kalimantan Barat.

Lokasi Mopakha dapat dicapai dari Ibukota Provinsi Kalimantan Barat (Pontianak) melalui beberapa alternatif, yaitu

  • Dengan pesawat udara, berangkat dari lapangan terbang Supadio Pontianak menuju lapangan terbang Rahadi Osman di Ketapang selama ± 50 menit;
  • Dengan kapal laut (Express) menyusuri Sungai Kapuas dan menyeberang laut Jawa menuju Ketapang selama ± 5 jam;
  • Dengan kendaran darat rute  Pontianak – Ambawang – Tayan – Ketapang selama ± 12 jam.
  • Dengan kendaran darat rute Pontianak-Rasau Jaya, kemudian menggunakan ferry/kapal motor ke Teluk Batang, dan dilanjutkan dengan kendaraan darat (roda empat atau roda dua) dari Teluk Batang ke Kota Ketapang.

Visi

Misi

Nilai

Etika

Visi, Misi, Nilai, dan Etika menjadi kompas Mopakha dalam menjalankan setiap langkah pengelolaan hutan. Mopakha berkomitmen pada prinsip keberlanjutan melalui skema multiusaha kehutanan yang tidak hanya menjaga kelestarian ekosistem, tetapi juga melindungi keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konsesi.

Nilai-nilai integritas, etika, dan kepatuhan dijadikan fondasi untuk menguatkan reputasi, membangun kepercayaan, dan menuntun pertumbuhan berkelanjutan. Bagi Mopakha, keberlanjutan bukan sekadar tujuan, melainkan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Tim Kami