Upaya Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan

Dua poin dari beberapa misi PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha) yaitu:

  • Memulihkan dan mempertahankan fungsi ekologis gambut di kawasan konsesi dan penyangganya.
  • Mengurangi tingkat ancaman terhadap ekosistem gambut.

Berkontribusi menjaga kelestarian hutan area konsesi dari bahaya dan dampak karhutla, dengan rutin melakukan patroli dan simulasi atau pelatihan pemadaman kebakaran, merupakan kegiatan yang sejalan untuk mencapai poin-poin dari misi PT Mopakha tersebut. Bersama dengan masyarakat desa dan beberapa pihak terkait lainnya, seperti Manggala Agni, Babinsa, perusahaan-perusahaan lain di sekitar area konsesi PT Mopakha, melakukan beberapa kegiatan terkait dengan pengendalian karhutla. Beberapa dari masyarakat desa bahkan ikut bergabung dengan tim Pengamanan dan Perlindungan Hutan (PPH) di lapangan baik menjadi sukarelawan – Tim Relawan Api, maupun menjadi karyawan atau Tenaga Harian Lapangan (THL) untuk bersama-sama menjaga agar sekitar tempat tinggal mereka bisa terhindar dari bahaya dan dampak karhutla. Kemudian upaya pengendalian karhutla lainnya yang dilakukan oleh PT Mopakha adalah mengurangi aktivitas masyarakat di area hutan konsesi perusahaan dengan cara memberikan alternatif mata pencaharian kepada masyarakat. Hal ini dilakukan melalui beberapa program kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh beberapa bidang di PT Mopakha.

“Tantangan dalam upaya pengendalian karhutla di sini perlu koordinasi yang baik dan dukungan dari banyak pihak. Tidak hanya dapat dilakukan oleh perusahaan saja, namun juga dukungan dari pemerintah, masyarakat sekitar, perusahaan-perusahaan di sekitar area konsesi, dan lain-lain,” tutur Andrian Kurniawanto selaku Manajer PPH PT Mopakha. Maka kerjasama dengan beberapa pihak tersebut sudah dilaksanakan dan semoga apa yang sudah diupayakan dapat membuahkan hasil yang sesuai dengan harapan.

Dikutip dari laman Kompas.com, ada enam hal yang ditekankan Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Karhutla di Istana Negara, Jakarta, Minggu (21/2/2021) terkait upaya pengendalian karhutla:

  1. Memprioritaskan upaya pencegahan melalui deteksi dini yang dilakukan bersama-sama dan memonitor area rawan titik panas. 
  2. Ketersediaan infrastruktur pemantauan dan pengawasan harus bisa mengakses kondisi hingga tingkat bawah. 
  3. Mencari solusi permanen agar korporasi dan masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar, sebab menurut Jokowi 99% kasus karhutla disebabkan oleh ulah manusia.
  4. Melanjutkan penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut. Caranya dengan memperbanyak jumlah embung, kanal, dan sumur bor supaya area tersebut tetap basah. 
  5. Semua pihak wajib cepat tanggap dalam memadamkan api. Dengan kata lain, jangan sampai kebakaran membesar sehingga api sulit dikendalikan. 
  6. Menegakkan hukum tanpa kompromi dan memberikan sanksi tegas sebagai efek jera kepada para pembakar hutan, baik itu masyarakat maupun korporasi.

(https://nasional.kompas.com/read/2021/03/08/17181491/menengok-kesiapan-swasta-tangani-karhutla-2021)

Berkaitan dengan enam hal di atas, beberapa kegiatan yang dilakukan oleh tim PPH PT Mopakha dalam upayanya untuk pengendalian karhutla, antara lain:

  • Bekerja sama dengan masyarakat desa dengan cara sosialisasi dan edukasi mengenai pengendalian dan dampak atau bahaya karhutla. 
  • Melakukan pelatihan, simulasi dan berbagi pengetahuan tentang teknik cara pemadaman api, membaca arah angin dan koordinat titik api, penanganan karhutla, patroli, dan lain-lain.
  • Tersedianya sarana yang memadai seperti adanya menara pantau, pos di 4 titik, nozzle, pompa, APD, kendaraan patroli, aplikasi smart patrol, alat pemadam mekanik dan manual, embung portable, dan lain-lain.
  • Berbagi pengetahuan dengan departemen Pembinaan Hutan (Binhut) di perusahaan, terkait dengan sekat bakar hijau, tanaman yang tahan dan tidak tahan api.
  • Berbagi pengetahuan dengan departemen Research and Development (RnD) di perusahaan terkait dengan hidrologi, misalnya cara membuat sumur bor yang dapat dijadikan sumber air jika terjadi karhutla.

Menurut Hendi Sutendi, Koordinator PPH untuk Desa Ulak Medang, “Masyarakat desa dan teman-teman di lapangan semangat mengikuti jika ada pelatihan atau pendalaman materi terkait pengendalian karhutla oleh perusahaan. Karena kegiatan ini menambah pengetahuan yang selama ini belum kami dapatkan dan dapat bermanfaat untuk desa kami juga.”

“Ilmu yang sudah kami dapatkan ini juga pernah kami terapkan ketika dulu kami menghadapi karhutla. Personil yang turun saat itu ada enam orang termasuk saya, melakukan pemadaman api secara manual, ketika itu api tidak bisa padam total sehingga kami lanjutkan keesokan harinya untuk pemadaman. Yang kami jaga saat itu hanya agar api tidak menjalar atau berpindah ke area lain. Ilmu yang sudah kami dapatkan dari perusahaan sangat berguna dan dengan koordinasi yang baik, maka tujuan dapat tercapai, api dapat padam,” disampaikan oleh Edi Syafi’i, Koordinator PPH untuk Desa Sungai Kelik.

Harapan dari semua pihak adalah agar hutan bisa tetap terjaga dan lestari. Namun alangkah lebih baik lagi jika hutan juga dapat menghasilkan manfaat untuk semua tanpa mengalami kerusakan ekosistem yang ada di dalamnya. Hal ini juga yang diupayakan PT MPK agar dua poin lainnya dalam misi perusahaan, yaitu: “Mengembangkan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar kawasan dan Mengembangkan skema multi-usaha untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya hutan secara lestari dan menguntungkan” dapat tercapai melalui program-program dan kegiatan yang dikerjakan bersama dengan semua pihak. Seperti upaya pengendalian karhutla di atas? Kira-kira apa saja program dan kegiatan tersebut?

 


Author: Mayo for PT Mohairson Pawan Khatulistiwa. 2021

Bagikan Artikel Ini:

Artikel Lainnya

18 February 2026

By mopakha

Model Ekonomi Berkelanjutan: Dari Benih Mandiri Hingga Skalabilitas Keramba di Tanjungpura

Di pesisir sungai Desa Tanjungpura, sebuah transformasi ekonomi sedang berlangsung….

Baca Selengkapnya

16 October 2025

By mopakha

Ketahanan Pangan Bisa Dimulai dari Desa: Budidaya Lele Desa Sukamaju

Ketapang, Kalimantan Barat — Di tengah tantangan logistik dan keterbatasan…

Baca Selengkapnya